Formasi Sepak bola Menyerang Ala Pelatih Terkenal

Formasi sepak bola menyerang saat ini menjadi sebuah keniscayaan dalam dunia sepakbola. Sebab, untuk meraih kemenangan sebuah tim harus menyerang,dan mencetak gol. Sehingga, formasi menyerang wajib diterapkan, apabila ingin memenangkan pertandingan. Nah, dalam tulisan ini akan membahas tuntas tentang pola sepak bola menyerang ala pelatih top eropa. Bagaimana Penasaran? Mari disimak dengan seksama informasinya berikut ini:

1. Formasi 4-3-3

Formasi 4-3-3 merupakan formasi favorit yang kerap dipakai oleh banyak klub top eropa. Sebut saja, Barcelona era Pep Guardiola dan Real Madrid ketika Zidane menangani los Blancos sampai sekarang.

Formasi ini memakai komposisi 4 pemain belakang, 3 pemain tengah, serta 3 penyerang. 3 pemain tengah berbagi peran, 1 orang  sebagai gelandang bertahan. Sedangkan  2 gelandang lainnya,  bertugas sebagai perancang serangan.

Sementara itu, 2 penyerang bertugas untuk mengecoh pertahanan serta mencetak gol dari sisi sayap dan satu striker di kotak pinalti. Hal itu membuat formasi ini ideal untuk diterapkan sebagai salah satu formasi sepak bola menyerang terbaik dunia.

READ  Biografi Riko Simanjuntak, Si Kijang Persija

2. Formasi 4-2-3-1

Formasi 4-2-3-1 lazim dipakai oleh klub Eropa. Ole Gunnar Solksjaer dan David Moyes adalah pengguna setia formasi ini. Formasi 4-2-3-1 menitikberatkan kepada keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

4 pemain belakang akan dibantu oleh dua gelandang bertahan yang berfungsi sebagai pemutus serangan. Sedangkan tugas penyerangan, akan diemban oleh 3 gelandang serang yang akan memberi umpan pada 1 striker untuk mencetak gol.

3. Formasi 4-4-2 Klasik

Formasi 4-4-2 klasik ini masih digunakan sampai saat ini. Ada beberapa pelatih yang masih menggunakan formasi ini. Diantaranya adalah Sean Dyche, Shin Tae Yong serta  Sir Alex Ferguson pernah menggunakannya.

Pola 4-4-2 ini mengunakan 4 pemain belakang, 4 gelandang dan 2 striker yang salah satunya dapat ditugaskan untuk mengecoh pertahanan lawan. Formasi 4-4-2  cocok untuk menghadapi lawan dengan kemampuan individu di atas rata-rata melalui skema serangan balik. Contohnya, pertandingan antara Korea Selatan melawan Jerman di Piala Dunia 2018.  

READ  Formasi Sepak Bola Bertahan di Era Sepakbola Modern

4. Formasi 4-3-2-1

Formasi 4-3-2-1 atau dikenal juga sebagai formasi cemara, merupakan formasi andalan Carlo Ancelotti saat memenangi trofi Liga Italia dan Liga Champions 2007 bersama AC Milan. Pelatih yang kini menangani klub Everton itu, mengunakan 4 pemain belakang yaitu Maldini dan Nesta yang ditemani Cafu dan Serginho sebagai  bek sayap.

Lalu di lini tengah, Ancelotti mengandalkan Rui Costa, Gatusso, dan Pirlo yang ditemani 2 gelandang serang yakni Kaka dan Seedroff. Keduanya bertugas untuk membantu mengirimkan umpan kepada Filipo Inzaghi menciptakan gol. Sayang di era sepakbola modern, formasi 4-3-2-1 sudah jarang digunakan pelatih lain. Padahal,  formasi 4-3-2-1 dapat menjadi opsi yang bagus untuk formasi sepak bola menyerang.

5. Formasi 4-2-2-2

Formasi 4-2-2-2 merupakan pengembangan dari formasi 4-4-2 yang membutuhkan penyempurnaan. Hal itu disebabkan oleh, formasi 4-4-2 memiliki kelemahan yaitu sering kalah jumlah di lini tengah. Sehingga, pemain lawan dapat menyerang dengan bebas dari area tengah. Hal itu berbeda dengan formasi 4-2-2-2 yang memberikan tambahan pemain untuk menangkal serangan dari tengah.

READ  Biografi Riko Simanjuntak, Si Kijang Persija

Sebab, dalam formasi 4-2-2-2,  4 bek akan ditemani oleh 2 gelandang bertahan yang berguna untuk memutus serangan lawan. Selain itu, untuk urusan penyerangan akan dibantu oleh 2 gelandang serang yang akan menyuplai bola kepada dua penyerang. Formasi 4-2-2-2 saat ini, sering digunakan oleh klub Bundesliga, yaitu RB Leipzig asuhan Julian Nagelsmann. Formasi ini cukup manjur. Karena berhasil membawa Leipzig lolos ke semifinal Liga Champions tahun lalu.

Itulah pembahasan mengenai  formasi sepak bola menyerang yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber. Semoga, dapat menambah wawasan mengenai pola sepakbola menyerang yang dipakai pelatih terkenal.

You May Also Like

About the Author: Ryuhei Sota